Foto Foto Foto Foto Foto Foto Foto

Pertanian di Nagari Kubang Bayang

Nagari Kubang Koto Berapak merupakan salah satu nagari yang berada di Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Secara geografis, Nagari Kubang Koto Berapak memiliki bentang alam yang relatif mendukung kegiatan pertanian sawah. Ketersediaan lahan dataran rendah yang cukup luas, kesuburan tanah, serta dukungan sumber air dari aliran sungai dan jaringan irigasi tradisional maupun teknis menjadikan nagari ini sangat potensial untuk pengembangan tanaman padi.

Sektor pertanian padi merupakan unggulan utama Nagari Kubang Koto Berapak. Sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai petani sawah, baik sebagai pemilik lahan maupun penggarap. Sistem pertanian yang diterapkan masih didominasi oleh pola tanam padi sawah dengan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun, seperti pengelolaan air, pemilihan varietas padi lokal maupun unggul, serta penerapan sistem gotong royong dalam pengolahan lahan dan panen. Hasil produksi beras dari nagari ini tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga, tetapi juga dipasarkan ke wilayah sekitar. Selain sebagai sumber ekonomi utama, persawahan di Nagari Kubang Koto Berapak juga memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat. Aktivitas bertani padi tidak terlepas dari tradisi adat dan kebiasaan masyarakat.Dengan potensi persawahan yang dimiliki, Nagari Kubang Koto Berapak memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai nagari sentra produksi beras di Kecamatan Bayang.

Di nagari kubang terdiri dari 7 kelompok tani yang aktif dalam mengelola lahan pertanian padi sawah. Kelompok tani ini berperan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi tepat guna.

Komoditi

1.Padi

Komoditas Pangan Utama Lahan Basah Padi Varietas Cisokan adalah tulang punggung ketahanan pangan Nagari Kubang. Ditanam di sawah dengan sistem irigasi yang baik, padi ini dikenal dengan produktivitas tinggi, ketahanan terhadap hama tertentu, dan kualitas beras yang perah. Panen padi menjadi momen penting dalam kalender pertanian kami, yang kemudian diikuti dengan pola tanam kreatif untuk optimalisasi lahan.

2.Semangka

Strategi Hortikultura Musiman yang Cerdas Setelah panen padi, petani Kubang memanfaatkan lahan sawah untuk menanam semangka dengan timing yang tepat menjelang dan selama bulan Ramadhan. kebiasaan tanam ini merupakan kearifan lokal yang diturunkan turun-temurun, memanfaatkan peluang pasar saat permintaan buah segar meningkat pesat. Semangka Kubang dikenal manis dan segar, menjadi pilihan masyarakat selama bulan puasa hingga hari raya.

3.Pinang

Pinang merupakan salah satu primadona perkebunan di Nagari Kubang. Pinang Kubang memiliki kualitas yang bagus sehingga diminati pasar domestik. Budidaya pinang relatif mudah dengan nilai ekonomis tinggi, menjadikannya penyumbang pendapatan masyarakat.

4.Pala

Pala Nagari Kubang merupakan komoditas spesial dengan segudang manfaat. Ditanam di kebun campuran, pala kami menghasilkan biji dan fuli (bunga pala) yang menjadi sumber pendapatan tambahan yang signifikan. Komoditas ini mewakili kekayaan rempah khas Sumatera Barat yang kami lestarikan.

5.Karet

Perkebunan karet tradisional telah menjadi bagian dari kehidupan ekonomi Nagari Kubang selama puluhan tahun. Dengan sistem penyadapan yang berkelanjutan, karet memberikan arus kas rutin harian dan mingguan bagi keluarga petani. Meskipun menghadapi tantangan fluktuasi harga internasional, karet tetap menjadi penyangga ekonomi yang dapat diandalkan.

6.Jagung

Jagung ditanam sebagai tanaman rotasi. jagung dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan sumber pendapatan tambahan. Budidaya jagung menunjukkan efisiensi pengolahan lahan serta pengendalian hama dan penyakit yang menjadi ciri khas pertanian berkelanjutan kami.

7.Kelapa

Tanaman Serbaguna Pekarangan Kelapa ditanam di hampir setiap pekarangan dan kebun campuran. Setiap bagian pohon kelapa dimanfaatkan mulai dari buah untuk konsumsi dan kopra, daun untuk kerajinan, hingga batang untuk bahan bangunan.

Informasi Kelompok Tani

1.Durian Taba

Luas lahan:20 hektar

produktivitas: 6,7 ton

varietas: cisokan

Index pertanaman: 2,5

2.Sungai Tapuih

Luas lahan:23 hektar

produktivitas: 7,2 ton

varietas: cisokan

Index pertanaman: 2,5

3.Pintu Rayo I

Luas lahan:20 hektar

produktivitas: 6,7 ton

varietas: cisokan

Index pertanaman: 2,5

4.Pintu Rayo II

Luas lahan:20 hektar

Produktivitas: 6,7 ton

varietas: cisokan

Index pertanaman: 2,5

5.Anak Aia

Luas lahan:17 hektar

Produktivitas: 6,5 ton

varietas: cisokan

Index pertanaman: 2,5

6.Sawah Baliak

Luas lahan:18 hektar

Produktivitas: 6,5 ton

varietas: cisokan

Index pertanaman: 2,5

7.Iku Koto

Luas lahan: 22 hektar

Produktivitas: 7,0 ton

varietas: cisokan

Index pertanaman: 2,5